Kisah kecerdasan Yang dimiliki oleh Syaidina Ali Bin Abi
Thalib dalam melihat masalah dengan sangat teliti. Ali Bin Abi Thalib Masuk
dalam 170 Urutan
Sahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW. Dan beliau
merupakan khalifah keempat dalam kejayaan Islam.
Betapa
cerdasnya sahabat Nabi tersebut dalam menuntaskan kasus-kasus yang terjadi di
Madinah dan Mekkah. Dalam melihat masalah, selalu menggunakan cara berpikir
rasional revolusioner dan terbalik.
Kecerdasan Ali Bin Abi Thalib
Terhadap Beberapa Kasus
Ketika
itu Khalifah kedua yakni Umar bin Khattab RA. seorang Wanita cantik berteriak
histeris.
“Wahai Khalifah, Seorang lelaki telah menodai
kehormatanku, ini bukti perbuatannya” Wanita ini mengadu kepada Umar, sambil
menunjukkan cairan didekat kewanitaannya.
Maka umar seketika meminta kepada wanita lain, untuk memeriksa (cairan)
yang dilaporkan wanita tersebut.
“Didekat organ kewanitaan, ada cairan Sp*rma” Lapor wanita yang memeriksa
wanita tersebut kepada khalifah.
Dengan
laporan yang memeriksa tersebut. Umar menghadirkan pemuda Ansor yang
dituduh wanita tersebut.
Karena
merasa tidak melakukannya, maka lelaki tersebut membela diri
“Wahai
Amirul Mukminin, periksalah dengan teliti kasus ini. Demi Allah, aku tidak
berzina. Aku juga tidak menyukainya. Dia menggodaku tetapi aku menjaga
kehormatanku.” Keren kan lelaki Anshor ini. Digoda untuk berzina namun dia
menolaknya. Akan tetapi beberapa orang yang menyaksian, menjadi bingung. Benar
yang mana.
Apakah
wanita itu benar-benar menjadi korban zina lelaki tersebut. Ataukah lelaki ini
tidak melakukan sama sekali?
Temasuk
Umar Bin Khattab mulai bingung.
Umar
Bin Khattab Konsultasi Kepada Sayyidina Ali Bin Abi Thalib
“Wahai
Abul Hasan, apa pendapatmu terkait kasus ini?” Konsultasi Sayydidina Umar
kepada Sayyidina Ali setelah mendengar perkataan pemuda itu.
Ali
bin Abu Thalib, RA mengamati bekas air Sp*rma yang menempel pada baju wanita
tersebut.
Lalu
Ali Bin Abi Thalib dengan kecerdasan yang ia miliki, Ia minta disediakan air
mendidih.
Betapa
kagetnya kedua orang tersebut, karena mereka pikir akan disiram airpanas.
Datanglah
air panas, kemudian dituangkannya air panas itu ke baju tersebut. Apa yang
terjadi?
Cairan
yang dilaporkan sebagai cairan sp*rma tersebut berubah warna menjadi putih dan
membeku. Syaidina Ali menciumnya. Diperhatikan oleh Umar Bin Khattab. Sambil
heran. Kira-kira kalau bahasa zaman now “Sayyiidina Ali, mau ngapain? Apa gak
jijik itu? hehe”
Tak
lama kemudian, Ali Bin Abi Thalib mencicipi cairan yag beku tersebut. Semua
orang dalam ruangan menjadi heran. Ada apa dengan Ali Bin Thalib yang memakan
cairan kotor?
“Ini
putih telur” Begitu kesimpulan Ali Bin Abi Thalib.
Umar
Bin Khattab dan seluruh yang ada dalam ruangan kaget. Setelah sebelumnya
bingung dan heran saat menyaksikan Sayyidina Ali mencicipi cairan putih telur
tersebut.
Dengan
hal itu, maka Ali kemudian melakukan wawancara mendalam. Membongkar apa maksud
wanita itu berbohong.
“Sebenarnya
aku yang menyukai pemuda tersebut. Aku mendekatinya, namun tak mampu
menaklukkannya. Maka aku membuat rencana ini. Kuoleskan putih telur pada baju
dan sekitar pahaku. Kemudian aku kemari untuk mengadukan pemuda tersebut.”
Jelas wanita itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar