Selasa, 24 November 2020

Kecerdasan Ali Bin Abi Thalib Dalam Memutuskan Perkara Umat

 

Kisah kecerdasan Yang dimiliki oleh Syaidina Ali Bin Abi Thalib dalam melihat masalah dengan sangat teliti. Ali Bin Abi Thalib Masuk dalam 170 Urutan Sahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW. Dan beliau merupakan khalifah keempat dalam kejayaan Islam.

Betapa cerdasnya sahabat Nabi tersebut dalam menuntaskan kasus-kasus yang terjadi di Madinah dan Mekkah. Dalam melihat masalah, selalu menggunakan cara berpikir rasional revolusioner dan terbalik.

Kecerdasan Ali Bin Abi Thalib Terhadap Beberapa Kasus

Ketika itu Khalifah kedua yakni Umar bin Khattab RA. seorang Wanita cantik berteriak histeris.

“Wahai Khalifah, Seorang lelaki telah menodai kehormatanku, ini bukti perbuatannya” Wanita ini mengadu kepada Umar, sambil menunjukkan cairan didekat kewanitaannya.

Maka umar seketika meminta kepada wanita lain, untuk memeriksa (cairan) yang dilaporkan wanita tersebut.

“Didekat organ kewanitaan, ada cairan Sp*rma” Lapor wanita yang memeriksa wanita tersebut kepada khalifah.

Dengan laporan yang memeriksa tersebut. Umar  menghadirkan pemuda Ansor yang dituduh wanita tersebut.

Karena merasa tidak melakukannya, maka lelaki tersebut membela diri

“Wahai Amirul Mukminin, periksalah dengan teliti kasus ini. Demi Allah, aku tidak berzina. Aku juga tidak menyukainya. Dia menggodaku tetapi aku menjaga kehormatanku.” Keren kan lelaki Anshor ini. Digoda untuk berzina namun dia menolaknya. Akan tetapi beberapa orang yang menyaksian, menjadi bingung. Benar yang mana.

Apakah wanita itu benar-benar menjadi korban zina lelaki tersebut. Ataukah lelaki ini tidak melakukan sama sekali?

Temasuk Umar Bin Khattab mulai bingung.

Umar Bin Khattab Konsultasi Kepada Sayyidina Ali Bin Abi Thalib

 

“Wahai Abul Hasan, apa pendapatmu terkait kasus ini?” Konsultasi Sayydidina Umar kepada Sayyidina Ali setelah mendengar perkataan pemuda itu.

Ali bin Abu Thalib, RA mengamati bekas air Sp*rma yang menempel pada baju wanita tersebut.

Lalu Ali Bin Abi Thalib dengan kecerdasan yang ia miliki, Ia minta disediakan air mendidih.

Betapa kagetnya kedua orang tersebut, karena mereka pikir akan disiram airpanas.

 

Datanglah air panas, kemudian dituangkannya air panas itu ke baju tersebut. Apa yang terjadi?

 

 

Cairan yang dilaporkan sebagai cairan sp*rma tersebut berubah warna menjadi putih dan membeku. Syaidina Ali menciumnya. Diperhatikan oleh Umar Bin Khattab. Sambil heran. Kira-kira kalau bahasa zaman now “Sayyiidina Ali, mau ngapain? Apa gak jijik itu? hehe”

 

Tak lama kemudian, Ali Bin Abi Thalib mencicipi cairan yag beku tersebut. Semua orang dalam ruangan menjadi heran. Ada apa dengan Ali Bin Thalib yang memakan cairan kotor?

“Ini putih telur” Begitu kesimpulan Ali Bin Abi Thalib.

 

Umar Bin Khattab dan seluruh yang ada dalam ruangan kaget. Setelah sebelumnya bingung dan heran saat menyaksikan Sayyidina Ali mencicipi cairan putih telur tersebut.

Dengan hal itu, maka Ali kemudian melakukan wawancara mendalam. Membongkar apa maksud wanita itu berbohong.

 

“Sebenarnya aku yang menyukai pemuda tersebut. Aku mendekatinya, namun tak mampu menaklukkannya. Maka aku membuat rencana ini. Kuoleskan putih telur pada baju dan sekitar pahaku. Kemudian aku kemari untuk mengadukan pemuda tersebut.” Jelas wanita itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sambutan Ketua STM

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.   Bismillahir rohmanir rohiim. Alhamdullilahi robbil ‘alamin, wash sholatu was salaamu ‘al...